Muharam, saatnya Berhijrah

Jika kau muslim sejati,
Takdirmu adlah meraih apa yang kauingini…
Apa arti dunia yang menyedihkan ini?
Kami menawarimu untuk menulisnya dengan pena dan buku sejarah ( Muhammad Iqbal)

Tahun 2007 adalah tahun penuh keberuntungan. Salah satu tandanya adalah pada bulan Januari kita mengalami dua kali perayaan tahun baru. Setelah tahun baru masehi, kita kini merayakan tahun baru Islam. Keduanya hadir secara berurutan seperti sedang memesankan suatu warta bahwa hidup dan kehidupan kita harrus terus-menerus diperbarui. Apalagi, bila kita menilik spirit dasar tahun baru Islam, yaitu hijrah, kita dapat menemukan daya hidup yang lebih fokus pada tahun baru ini. Fokus itu adalah berhijrah, suatu aktivitas yang mungkin sudah lupa kita lakukan.

Tahun baru Islam memang cukup unik. Penandaan waktu tidak didasarkan pada kelahiran seseorang, tetapi pada aktivitas prestasi umat manusia. Hijrah adalah aktivitas penuh prestasi yang pernah dilakukan umat manusia. Konon, pada masa arkaikmanusia sangat takut berpindah tempat. Hidup dan kehidupan ditentukan oleh bats-batas kampung halamannya, diluar kampung adalah dunia gelap yang dipenuhi rroh jahat yang susah ditundukkan. Filsuf Henry Bergson menamai masyarakat yang tetawan kampung halamannya sebagai masyarakat tertutup, yaitu masyarakat yang menganggap bahwa dunia kehidupan ini sangatlah kecil, suatu pandangan yang berimplikasi pada kecilnya harapan dan sempitnya orientasi kehidupan.

Kebalikan dari masyarakat tertutup adalah masyarakat terbuka adalah masyarakat yang meyakini bahwa dunia yang luas ini berada dalam kuasa Tuhan yang satu (monoteis) sehingga dunia manapun adalah dunianya pula. Terlebih ketika manusia dipercayai sebagai khalifatullah fil ardli (co-creator) yang diserahi tugas untuk ikut menciptakan kedamaian di muka bumi. Dunia bagi masyarakat terbuka sangatlah luas, tidak terbatas, dan terus-menerus berubah. Dunia ini – di belahan manapun –adalah tempat manusia menuliskan sejarah takdirnya.

Masyarakat tertutup akan menciptakan individu-individu penakut. Individu yang tertawan oleh lingkungan tanah kelahirannya, terpenjara dan statis, dan pada gilirannya kelak tidak bisa berkembang dan berubah. Akibat lainnya, peradaban masyarakat tertutup ini lambat laun akan terdesak oleh peradaban masyarrakat terbuka yang terus-menerus melakukan pelebaran pengaruh ke seantero jagat.

Hijrah, mengutip Ali Sharati dalam Muhammad saw Khatim Nabiyyin minal Hijrah Hattal Wafat, adalah gerakan memupus mental masyarrakat tertutup menjadi masyarakat terbuka. Shariati menegaskan bahwa “Hijrah itu sendiri pada dasarnya adlah gerakan dan loncatan besar manusia. Ia meniupkan semangat perubahan dalam masyarakat dan pada gilirannya menggerakkan dan memindahkan masyarakat dari lingkungan yang beku menuju tangga kemajuan dan kesempurnaan”…..#OP190107A#

Bambang Q-Anees, pengajar UIN Bandung (PR)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s